Tadi malam bongkar-bongkar dokumentasi di handphone. Waduh ternyata foto-foto saya banyak juga euy, baru nyadar saya senarsis itu
. Pas melihatnya tampak seperti review kehidupan saya selama setahun setengah ini. Mulai dari pas persiapan nikah, nikah, dianterin suami subuh-subuh ke travel untuk berangkat kerja (ada fotonya lho..hihihi orang lain masih ngantuk jam segitu, ini udah foto-foto di pool travel..ckckckck), sampe foto saya pas udah gendong kiran..hehehe.
Mata saya terpaku pada satu foto lebih lama daripada foto-foto lainnya. Foto apa itu? Foto hasil USG saat kiran masih janin, saat saya hamil 11 minggu. Huhuhu..pertama kali melihat 2 garis test pack rasanya tak percaya saya hamil, hasil USG pada saat itu pun saya ga ngerti. Tapi melihat hasil USG yang ini, saya masih ingat mata saya memanas saat dokter menunjukkan ini tangan, kaki, kepala dan denyut jantung bayi..huks, rasanya seperti ingin memeluk janin kecil tak berdaya itu…
Malam itu, kulihat kiran dan foto itu bergantian. Subhanallah, kiran yang dulunya hanya terukur sekian cm dan berat dalam hitungan gram..sekarang sudah 60,5 cm dengan berat 5,5 kg (kayaknya skr udah nambah lagi malah), sudah bisa mengoceh lucu, melihat lawan bicara, tersenyum, tertawa, merenggut, dan menangis (keras kayak rocker). Subhanallah, tiada kata lain yang dapat menggantikan selain kalimat-kalimat yang mengagungkan kebesaran Allah Sang Pencipta. Yang semula tak ada menjadi ada bahkan bernyawa. Hanya karena Allah berkehendak maka kiran ada, masih hangat dalam ingatan di saat kehamilan muda saya pernah jatuh dari motor juga jatuh dari tempat tidur sehingga harus menjalani bed rest hingga 2 kali karena adanya flek. Untung suamiku baik, jadi semua urusan rumah tangga beliau yang handle (termasuk masak à hal yang beliau ga suka sebenarnya hihihi). Kemudian, di saat lahiran tiba, aktivitas kiran sangat terbatas yang mungkin disebabkan karena di leher kiran terlingkar tali pusar. Sudah dijadwalkan dokter untuk menjalani bedah Caesar, tapi Allah berkehendak lain. Begitu suami shalat dzuhur, bukaan pun meningkat pesat dan kiran terlahir normal dengan selamat.
Kiran..kiran..tampaknya kehadiranmu dalam hidup bunda adalah salah satu cara Allah agar bunda mengingatNya selalu. Betapa indah skenario yang Allah beri selama bunda dan ayah menantimu, so perfect. Hollywood mah lewaaat.. Pun dengan skenario Allah mempertemukan ayah dan bundamu ini, nak. Hehehe..itu mah nanti lah bunda bahasnya heu heu heu..