Sayur asem

Sebenarnya cukup sering saya diminta mamah membantu saat mamah memasak sayur asem. Tapi ya itulah saya, hanya mengerjakan tanpa mengingat. Giliran sudah punya suami dan ingin dimasakin masakan rumahan bingung deh. Alhamdulillah, sedikit tanya-tanya ke mamah bisa juga saya membuat sayur asem, yang pada percobaan pertama betul-betul berasa asam karena asamnya terlalu banyak, duh maafkan aku suamiku :D . Sayur asem yang saya buat, mamah bilang biasa juga disebut sayur alung..karena semua bahannya tinggal dialungkeun (dilemparkan, sunda-red) ke dalam panci tentunya :D .

Untuk mengingat saya jika ingin membuat sayur asem lagi, maka saya buatkan catatan diblog saya ini. Mudah-mudahan membantu juga buat teman-teman yang ingin mencoba membuat sayur asem yang simple ini.

Bahan:

  • Daun melinjo
  • Melinjo
  • Jagung besar (potong-potong)
  • Terong ungu (potong dadu)
  • Labu siam (potong dadu)
  • Kacang tanah (isinya)

Bumbu:

  • asam kandis
  • gula merah
  • garam
  • penyedap rasa (sesuai selera)
  • terasi (jika suka)
  • cabai rawit (potong-potong, bila suka)

Cara membuat:

1. didihkan air, masukkan bahan-bahan berdasarkan kemampuannya untuk melunak (tentunya sayuran ini sudah dicuci bersih sebelum dipotong yaaaa ;) ). Urutannya: kacang tanah, melinjo, jagung, labu..jika bahan-bahan ini sudah cukup matang masukkan terong ungu dan daun melinjo.

2. masukkan bumbu-bumbu, jangan lupa dicicipi ;) . tentukan rasa sayur asem anda sesuai selera :D

Selamat mencoba…

Mual muntah saat kehamilan trimester pertama

Kasus saya sedikit berbeda dengan kasus ibu-ibu hamil pada umumnya, jika biasanya ibu-ibu merasakan mual bahkan hingga muntah saat kehamilan memasuki usia trimester pertama. Saya hanya sesekali mual, sedikit perut tegang, sangat mengantuk dan tidak ada keluhan lain. Walau sempat tidak suka makan nasi, tapi rasanya kalau terpaksa bertemu nasi saya juga masih oke-oke aja, tidak seperti teman saya, yang mendengar nama makanan tertentu saja bisa membuatnya ingin muntah.

Suami saya sempat khawatir dengan terlalu sehatnya saya ini, sementara istri teman-temannya mual hingga muntah saat kehamilan trimester pertamanya. Setelah lihat-lihat internet, tanya mamah dan ibu mertua dan konsul dengan sahabat yang juga seorang dokter. Diperolehlah kesimpulan bahwa tidak semua kehamilan pada trimester pertama akan mual dan muntah. Katanya sih penyebab mual ini adalah akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan HCG (human chorionic gonadotrophine) dalam serum darah ibu. Yang entah kenapa tidak terlalu memberi efek negatif pada tubuh saya. Satu hal yang patut disyukuri dengan mengkonsumsi makanan bergizi agar janinnya bisa tumbuh optimal, kata sahabatku yang dokter itu. :D

So, bagi ibu-ibu yang tidak mual-mual banyak pada saat trimester pertama, tidak usah resah. Ternyata itu bukan masalah :D .

Ayam goreng bumbu kuning

Ditinggal selama 2 hari di rumah mamah oleh suami, saya manfaatkan untuk belajar membuat ayam goreng bumbu kuning. Sebenarnya pemanfaatan juga sih, maklum di tempat tinggal kami di jakarta, kami belum punya ulekan. Jadi mumpung ke rumah orang tua yang peralatan dan bumbunya memadai..jadi ya semangatlah untuk mencoba masakan rada ribet sedikit.. :D

Bahan utama: Daging ayam, dipotong potong tentunya (minta dipotongin sama yang jualnya aja, kalau sendirian mah susah bin hese)..terus cucilah sampai bersih..

Bumbu:

  • Kunyit (sekitar 5 cm-an)
  • Garam (untuk 1 kg ayam cukup 1 sendok makan, tapi jangan terlalu full)
  • Penyedap rasa (kalau suka)
  • Bawang putih (sekitar 3 siung)
  • Lengkuas (diparut) (karena saya suka bumbu ayam goreng ini saat setelah digoreng, maka saya selalu agak memperbanyak lengkuas ini)

Cara membuat:

  1. Haluskan semua bumbu
  2. Lumuri daging ayam dengan bumbu yang sudah dihaluskan tersebut hingga merata
  3. Masukkan daging ayam ke dalam wajan, panaskan sambil diaduk-aduk
  4. Tambahkan sekitar 2 gelas air
  5. Biarkan hingga airnya menyusut (tapi sesekali jangan lupa diaduk ya, biar matangnya merata ;) )
  6. Setelah ini, ayam bisa langsung digoreng, bisa juga kita masukkan ke dalam kotak makanan, simpan di lemari pendingin dan digoreng jika waktu makan sudah dekat.

Alhamdulillah, kehebohan waktu menyiapkan sarapan bisa teratasi dengan resep ini. Selain itu, suami saya juga suka…hihihi

Semoga bermanfaat ;)