dua hari setelah lamaran

Harum bunga sedap malam sisa malam lamaran kemarin memenuhi sudut ruangan. Aromanya khas, melengkapi memori indahku…wangi ini adalah wangi yang kucium saat ayah dari laki-laki yang hendak melamarku bertanya padaku ‘dyne, bersediakah kamu dilamar?’…wangi ini juga adalah wangi yang kucium saat diriku bersusah payah menyembunyikan rasa malu bercampur bahagia…wangi yang menemaniku saat aku menyatakan bersedia [walau hanya dengan anggukan] untuk tidak menerima taaruf dengan lelaki lain…hanya dengan dia yang melamarku, dan hanya kematian serta alasan syar’i yang berhak memutuskannya.

tapi harus kusadari bahwa khitbah bukanlah pernikahan..dan aku masih belum halal untuknya…hanya bisa berdoa..semoga Allah memberi kekuatan dan kesabaran untuk kami..

La haula wa la quwata ila billah..

One Response to dua hari setelah lamaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s