Harum bunga sedap malam sisa malam lamaran kemarin memenuhi sudut ruangan. Aromanya khas, melengkapi memori indahku…wangi ini adalah wangi yang kucium saat ayah dari laki-laki yang hendak melamarku bertanya padaku ‘dyne, bersediakah kamu dilamar?’…wangi ini juga adalah wangi yang kucium saat diriku bersusah payah menyembunyikan rasa malu bercampur bahagia…wangi yang menemaniku saat aku menyatakan bersedia [walau hanya dengan anggukan] untuk tidak menerima taaruf dengan lelaki lain…hanya dengan dia yang melamarku, dan hanya kematian serta alasan syar’i yang berhak memutuskannya.
tapi harus kusadari bahwa khitbah bukanlah pernikahan..dan aku masih belum halal untuknya…hanya bisa berdoa..semoga Allah memberi kekuatan dan kesabaran untuk kami..
La haula wa la quwata ila billah..
Alhamdulillah, br tw uy ^^/
saia doain biar lancar ya ceu (sok akrap panggilna ceuce..hahay), sampe hr H nanti ^^ amin
btw punya blog gag bilang2 uy =.=a